Logo loader

Gandeng Rumah SAKIT, Dinkes Kota Serang Gelar Komitmen Bersama Penurunan Stunting di RS Budi Asih

SERANG – Penanganan stunting memerlukan kerja sama dan kolaborasi yang kuat dari seluruh fasilitas kesehatan, tidak terkecuali pihak swasta. Bergerak cepat menangani hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mengadakan pertemuan strategis dalam rangka mengajak seluruh rumah sakit di wilayah Kota Serang untuk ikut serta secara aktif dalam program percepatan penurunan stunting.

Kegiatan krusial ini diselenggarakan di RS Budi Asih, Kota Serang, pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran struktural Dinas Kesehatan Kota Serang, manajemen RS Budi Asih, serta perwakilan dari berbagai rumah sakit di Kota Serang.

Memperkuat Peran Rumah Sakit sebagai Fasilitas Rujukan Stunting

Dalam pertemuan ini, Dinkes Kota Serang menekankan bahwa rumah sakit memiliki peran yang sangat vital dalam rantai penanganan stunting, khususnya dalam menangani kasus-kasus stunting yang membutuhkan penanganan medis spesialistik atau rujukan dari Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang menyampaikan bahwa intervensi spesifik di tingkat rumah sakit dapat menjadi penentu keberhasilan anak keluar dari kondisi stunting atau gizi buruk.

"Rumah sakit bukan hanya tempat mengobati orang sakit, tetapi menjadi pilar penting dalam intervensi gizi spesifik. Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan anak-anak yang terindikasi stunting dan dirujuk ke rumah sakit mendapatkan penanganan cepat, tepat, dan komprehensif dari dokter spesialis anak serta pemantauan gizi yang ketat," ujarnya.

RS Budi Asih Berkomitmen Penuh dalam Penguatan Layanan Gizi

Sebagai tuan rumah, pihak manajemen RS Budi Asih menyambut baik dan menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung program Pemerintah Kota Serang dalam menurunkan angka stunting. RS Budi Asih siap mengoptimalkan sarana, prasarana, serta tenaga medis yang dimiliki untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien anak dengan masalah pemenuhan gizi.

Melalui pertemuan di RS Budi Asih ini, beberapa poin kesepakatan penting berhasil dirumuskan, di antaranya:

  • Akselerasi Sistem Rujukan: Memangkas birokrasi penanganan balita stunting atau gizi buruk dari Puskesmas ke Rumah Sakit agar mendapatkan penanganan spesifik lebih cepat.

  • Pendampingan Nutrisi: Optimalisasi peran dokter spesialis anak dan ahli gizi rumah sakit dalam memberikan edukasi mendalam kepada orang tua pasien mengenai pola asuh dan pemberian makanan bagi anak (PMAA).

  • Integrasi Data: Memperkuat koordinasi pencatatan dan pelaporan data anak stunting yang ditangani di rumah sakit agar selaras dengan data pemantauan milik Dinkes Kota Serang.

Langkah Nyata Menuju Kota Serang Bebas Stunting

Dinkes Kota Serang berharap komitmen bersama yang diinisiasi di RS Budi Asih ini dapat memicu gerakan yang lebih masif di seluruh rumah sakit lain yang tersebar di Kota Serang.

Penurunan angka stunting bukan hanya tugas sektor hulu seperti posyandu dan puskesmas, melainkan tanggung jawab bersama hingga sektor hilir medis. Dengan keterlibatan aktif pihak rumah sakit, diharapkan angka stunting di Kota Serang dapat terus ditekan secara signifikan demi melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Kota Serang terdiri dari 6 kecamatan dan 67 kelurahan.